Senin, 02 Oktober 2017

manajemen syari'ah

   

A. Arti manajemen

Manajemen dalam bahasa inggris dikenal dengan kata manage yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan, dan mengelola. Sedangkan dalam kamus umum bahasa Indonesia manajemen di artikan sebagai cara mengelola suatu perusahaan besar. Pengelolaan atau pengaturan dilaksanakan oleh seorang manajer (pengatur atau pemimpin) berdasarkan urutan manajemen.[1]

Turmudzi:
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ نَصْرٍالنَّيْسَابُورِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُواحَدَّثَنَا أَبُو مُسهِرٍ عَنْ إِسْمَعِيْلَ بْنِ عَبْدِاللَّهِ بْنِ سَمَاعَةَ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ قُرَّةَعَنْ الزُّهْريُّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَالاَ يَعْنِيْهِ قَالَ هَذَا حَدِيْثٌ غَرِيْبٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيْثِ أَبِي سَلَمَةْ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةْ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ 
Rasulullah SAW bersabda: “Di antara baiknya, indahnya keislaman seseorang adalah meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat.”
Perbuatan yang tidak ada manfaatnya adalah sama dengan perbuatan yang tidak pernah direncanakan. Jika perbuatan itu tidak di rencanakan, maka tidak termasuk dalam kategori yang baik. Adapun langkah-langkah menerapkan manajemen syariah yang berkualitas adalah bekerja dengan sungguh-sungguh, di lakukan secara terus menerus, tidak asal-asalan dilakukan secara bersama-sama, dan mau belajar dari keberhasilan dan kegagalan dari orang lain.[2]

A. Fungsi manajemen
   Pada awal abad ke-20 seorang industriiawan prancis bernama Henry Fayol mengusulkan bahwa semua manajer melakukan empat fungsi manajemen yaitu : merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi dan mengendalikan. 

a. Planning
  Perencanaan merupakan suatu kegiatan membuat tujuan organisasi dan diikuti dengan berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Perencanaan menyiratkan bahwa manajer terlebih dahulu memikirkan dengan matang tujuan dan tindakannya. Biasanya tindakan manjer itu berdasarkan atas metode, rencana atau logika tertentu, bukan suatu firasat.[3] 
  Planing adalah kegiatan awal dalam sebuah pekerjaan dalam bentuk memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan agar mendapat hasil yang optimal. Hal yang perlu di perhatikan dalam melakukan perencanaan adalah sebagai berikut
1).  Hal yang ingin di capai
2). Orang yang akan melakukan
3). Waktu dan sekala prioritas
4). Dana atau modal

b. Organizing
Merupakan suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia yang tersedia dalam organisasi untuk menjalankan rencana yang telah di tetapkan serta menggapai tujuan organisasi. Pengorganisasian berarti bahwa manajer mengoordinasikan sumber daya manusia serta sumber daya bahan yang memiliki organisasi bersangkutan agar pekerjaan rapid an lancar. Keefektifan sebuah organisasi tergantung pada kemampuannya untuk mengarahkan sumber daya guna mencapai tujuannya.

c.  Controlling
            Pengendalian merupakan suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan. Pengendalian berarti bahwa manajer berusaha untuk menjamin bahwa organisasi bergerak ke arah tujuannya. Apabila ada bagian tertentu dari organisasi itu berada pada jalan yang salah atau terjadi penyimpangan, maka manajer berusaha menemukan penyebabnya kemudian memperbaiki atau meluruskan ke jalan yang benar.
Darimi:
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حَبِيْبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَيِبٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ وَخَالِقُ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Rasulullah SAW bersabda: “bertakwalah pada Allah di mana saja berada, gantilah yang jelek dengan yang baik, bergauilah dengan orang lain dengan akhlak yang bagus.”
Bukhori:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَ عَنْ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنِي قَيْسُ بْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ بَايَعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى إِقَامِ الصَّلَاةِ وَابتَاءِ الزَّكَاةِ وَالنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ
Jarir bin Abdillah berkata: “aku baiat pada rasulullah untuk menegakkan salat, mengeluarkan zakat dan saling menasihati sesama saudara sesama muslim.”



Dari kedua beberapa haditsyang telah disebut, dapat dipahami bahwa pengawasan (kontrol )paling tidak terbagi menjadi dalam dua hal :

1. Kontrol yang berasal dari diri sendiri yang bersumber dari tauhid dan kkeimanan dari Allah SWT, seseorang yakin bahwa Allah pasti mengawasi hamba-Nya, maka ia akan bertindak hati-hati. Ini adalah hadits yang paling efektif yang berasal dari dalam diri sendiri.
2. Sebuah pengawasan akan lebih efektif jika sistem pengawasan tersebut dilakukan di luar diri sendiri. Sistem pengawasan itu dapat terdiri luar mekanisme pengawasan dari pemimpin yang berkaitan dengan penyelesaian tugas yang telah di delegasikan, kesesuaian antara penyelesaian dan perencanaan tugas, dan lain-lain. pengawasan yang baik adalah pengawasan yang telah built in ketika menyusun sebuah program. Dalam menyusun sebuh program, harus sudah ada unsur kontrol di dalamnya. tujuannya adalah agar seseorang yang melakukan sebuah pekerjaan merasa bahwa pekerjaan itu diperhatikan oleh atasan atau juga bawahan, bukan pekerjaan yang diacuhkan atau dianggap enteng. Atasan dan bawahan harus saling mengawasi.
d.       Leading or actuating
            Kepemimpinan berfungsi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, dan dinamis. Kepemimpinan memberikan bagaimana manajer mengarahkan dan memengaruhi para bawahan, bagaimana cara agar orang-orang lain melakukan tugas-tugas yang esensial. Dengan menciptakan suasana yang tepat, manajer membantu para bawahannya untuk bekerja sebaik-baiknya. Kemimpinan termasuk di dalamnya penggerakan (actuiting) yaitu melakukan penggerakan dan memberikan motivasi pada bawahan untuk melakukan tuhas-tugasnya.[4]



[4] Usman effendi,20


[2] Ilfi nur Diana,Hadis-hadis ekonomi,(malang: UIN maliki press,2008)155-156
[3]Usman effendi,asas manajemen,(Jakarta: PT rajagrafindo persada)19


[1] Badrudin,Dasar-dasar Manajemen,(Bandung: alfabeta,cv,2014).1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JENIS JUAL BELI YANG DILARANG DALAM ISLAM

A.     JENIS JUAL BELI YANG DILARANG DALAM ISLAM Transaksi jual beli merupakan kegiatan yang sudah lama dikerjakan orang-orang se...